Dienes

0 comments
Dr. Zoltan Paul Dienes lahir di Budapest, Hongaria pada tahun 1916 dan pindah ke Inggris pada usia 16 tahun. Orang tuanya bernama Paul Dienes dan Valeria Geiger dan istrinya bernama Mina Joyce Cooke. Dia telah menyebarkan visi pembelajaran matematika melalui permainan ke beberapa negara seperti Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Australia, New Guinea, Amerika Serikat, Kanada, Chili, Brasil, Argentina dan bebeapa negara lainnya.
Dr. Zoltan Paul Dienes lulus dari University of  London pada tahun 1939 dengan tesisnya tentang "Dasar Matematika Konstruktivis Menurut Borel dan Brouwer. Dr. Zoltan Paul Dienes terinspirasi dari Jean Piaget dan Jerome Bruner sebagai tokoh legendaris yang teori-teori pembelajarannya telah meninggalkan kesan abadi pada bidang pendidikan matematika. Dienes menciptakan Multi Base Block (juga dikenal sebagai blok Dienes) untuk pengajaran nilai tempat. Ia juga adalah penemu materi aljabar dan blok logika. Teori Dienes terkenal unik dalam bidang pendidikan matematika karena teori-teorinya tentang bagaimana struktur matematika dapat diajarkan dengan menggunakan beberapa penyajian melalui manipulasi permainan.
Berikut karier Dr. Zoltan Paul Dienes :
Ø  Dienes memiliki pengalaman mengajar di Highgate School , Dartington Hall School dan Universitas Southampton, Sheffield, Manchester dan Leicester.
Ø  Pada tahun 1960-1961, ia menjadi peneliti di Pusat Studi Kognitif di Harvard University.
Ø  Pada tahun 1961-64, ia dinobatkan menjadi profesor di Universitas Psikologi di Adelaide ( Australia).
Ø  Pada tahun 1964-1975, ia diangkat sebagai direktur dari Pusat Penelitian Psychomathematics di Sherbrooke Quebec.
Ø  Pada tahun  1975-78, ia bekerja untuk pendidikan pribumi sebagai Profesor di Universitas Brandon.
Ø  Pada tahun 1978-1980, ia bertindak sebagai konsultan matematika di beberapa negara (Italia, Jerman, Hungaria, New Guinea, Amerika Serikat) dan untuk organisasi OEEC dan UNESCO.
Ø  Pada tahun1964, ia juga mendirikan Kelompok Studi Internasional untuk Belajar Matematika (ISGML).
Ø  Pada 1980-an dan pada awal 1990-an di samping bekerja di Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Hawai Yunani dan Hungaria ia kembali ke Kanada dan kemudian ia bekerja dengan Acadia University di Wolfville, Nova Scotia, sebagai Research Associate oleh Departemen Psikologi.
Ø  Ia mengajar di Departemen Pendidikan di Acadia University
Dienes tertarik dengan masalah, mengapa matematika dianggap sulit oleh kebanyakan orang, Dienes juga bertanya-tanya apakah anggapan itu ada hubungannya dengan kesulitan yang dialami anak-anak dalam memahami matematika. Oleh karena itu Z.P Dienes terdorong untuk menerbitkan beberapa buku dan banyak artikel dalam berbagai bahasa di bidang mengajar matematika, psikologi, dan pedagogi dan dibuat juga film tentang metode-nya. Berikut merupakan karya- karya Dr. Zoltan Paul Dienes:
Ø  Artikel Pembentukan Konsep Matematika pada Anak Melalui Pengalaman tahun 1959 di London, Inggris.
Ø  Buku Berpikir dalam Struktur tahun 1965.
Ø  Buku Membangun Matematika, Hutchinson & Co, London (diterbitkan dengan berbagai bahasa)
Ø  Penemu “Multi-base block
Ø  Penemu bahan Aljabar dan blok logika, dll
Ø  Buku terakhirnya adalah kumpulan artikel yang ditulis untuk Majalah Matematika Selandia Baru: " A Concrete Approach to the Architecture of Mathematics "

A.   Teori Dienes

Dienes merupakan salah satu matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara –cara pengajaran suatu konsep matematika kepada peserta didik, dimana pengembangan dari teori tersebut bertujuan untuk menemukan sistem pengajaran yang menarik minat dan perhatian siswa. Dienes juga mengemukakan pendapatnya bahwa pada hakekatnya matematika merupakan studi tentang struktur dan mengklasifikasikan hubungan diantara struktur–struktur tersebut. Dienes berpendapat bahwa tiap-tiap konsep dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan lebih baik. Terkait dengan hal tersebut, objek-objek dalam bentuk permainan akan sangat berperan bila dimanipulasi dengan baik dalam pengajaran matematika.

Dienes mengungkapkan bahwa perkembangan pemahaman tentang suatu konsep matematika dapat dicapai melalui pola berkelanjutan mulai dari rangkaian kegiatan belajar konkret hingga simbolik. Dienes berpendapat bahwa konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahap-tahap tertentu.

Selengkapnya, dowload di link:
Dienes word (download)
Dienes ppt (download)

Read More »

REMEDIAL UTS Genap Kls 8 SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo

0 comments

SOAL REMEDIAL UTS GENAP MATEMATIKA KLS 8:
JAWABAN DIKIRIM PALING LAMBAT KAMIS, 12 MARET 2015
buka link berikut: http://goo.gl/forms/rmYDscEhed


Read More »

Gagne

0 comments


Teori Gagne dicetuskan oleh Robert Mills Gagne. Robert Mills Gagne lahir pada tanggal 21 Agutus 1916 di Andover Utara, Massachusetts. Gagne wafat pada tanggal 28 April 2002. Ia mendapatkan gelar A.B dari Universitas Yalepada tahun 1937 dan gelar Ph.D dari Universitas Brown pada tahun 1940. Gagne adalah seorang Professor dalam bidang psikologi dan psikologi pendidikan di Connecticut College khusus wanita (1940-1949), Universitas Negara bagian Pensylvania (1945-1946, dan di Departemen penelitian pendididkan di Universitas Negara bagian Florida di Tallahasse mulai tahun 1969. Gagne juga menjabat sebagai Direktur Riset untuk angkatan udara (1949-1958) di Lackland, Texas dan Lowry, Colorado. Ia juda pernah bekerja sebagai konsultan dari departemen pertahanan (1958-1961) dan untuk dinas pendidikan Amerika Serikat (1964-1966) ,dan sebagai Direktur Riset pada Institut penelitian Amerika di Pittsburgh (1962-1965).
Hasil kerja Gagne memiliki pengaruh besar pada pendidikan Amerika dan pada pelatihan militer dan industri. Gagne dan L. J. Briggs ada diantara pengembangan awal dari teori desain sistem instruksional yang menunjukkan bahwa semua komponen dari pelajaran atau periode instruksi dapat dianalisis dan semua komponen dapat dirancang untuk beroperasi bersama-sama sebagai suatu rencana untuk pengajaran. Dalam suatu artikel signifikan berjudul “Teknologi Pendidikan dan Proses Pembelajaran” (peneliti pendidikan, 1974), Gagne mendefinisikan instruksi sebagai “serangkaian kegiatan yang direncanakan untuk kegiatan eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran dan itu mempromosikan pendidikan”.
Gagne juga dikenal untuk teori stimulus-responnya yang mutakhir dari delapan jenis pembelajaran yang dibedakan dalam hal kualitas dan kuantitas dari respon stimulus yang mempunyai keterkaitan. Dari yang paling mudah hingga yang paling sulit atau komplek, yaitu: Signal learning (PavlovianConditioning) Stimulus Response Learning (operant Conditioning) Chaining (Complex Operant Conditioning)Verbal association, Discrimination Learning, Concept Learning, Rule Learning, Problem Solving. Gagne berpendapat bahwa banyak keterampilan bisa dianalisis dalam suatu perilaku hierarki yang disebut pembelajaran hierarki. Gagne menguji Teori Pembelajaran Hierarki menggunakan keterampilan aritmatika sederhana. Temuannya cenderung mendukung gagasan hierarki pembelajaran dan menunjukkan bahwa individu jarang mempelajari keterampilan yang lebih tanpa sebelumnya tahu keahlian atau keterampilan yang lebih rendah. 26 pendekatan Gagne pada pembelajaran dan pengajaran, terutama pada pendekatan desain sistem pengajaran, yang kadang-kadang dikritik sebagai yang paling pantas untuk kemahiran belajar informasi dan objek keterampilan intelektual, hasilnya tidak diragukan lagi untuk sikap dan strategi kognitif.
Hasil kerja Gagne mempunyai dampak yang cukup besar pada teori dan pemikirannya di kalangan pendidikan. Teori hierarkinya tentang langkah-langkah prasyaratan dalam pembelajaran mempunyai banyak implikasi untuk peruntunan instruksi dan ia merasa banyak memberikan kontribusi untuk pengembangan pendekatan ilmu pengetahuan pada pengajaran. Di bidang bahasa Inggris, ia diijinkan guru bahasa Inggris untuk menjabarkan keterampilan bahasa Inggris ke dalam komponen yang lebih sederhana dan untuk mengajarkan komponen ini ke dalam suatu urutan, memperkuat tanggapan yang benar dalam sepanjang perjalanan. Gagne berfokus pada intruksi sistematis yang tepat yang juga membantu meletakkan dasar untuk pengajaran individual dan sekolah akuntansi di kalangan masyarakat Amerika.


DASAR TEORI GAGNE
Menurut Gagne (dalam Dahar, 1988), belajar merupakan proses yang memungkinkan manusia mengubah tingkah laku secara permanen, sedemikian sehingga perubahan yang sama tidak akan terjadi pada keadaan yang baru. Gagne mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus-menerus, bukan hanya disebabkan oleh pertumbuhan saja. Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatannya mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari sebelum ia mengalami situasi dengan
setelah mengalami situasi tadi. Belajar dipengaruhi oleh faktor dalam diri dan faktor dari luar siswa di mana keduanya saling berinteraksi.
Komponen-komponen dalam proses belajar menurut Gagne dapat digambarkan sebagai S-R. S adalah situasi yang memberi stimulus, R adalah respons atas stimulus itu, dan garis di antaranya adalah hubungan di antara stimulus dan respon yang terjadi dalam diri seseorang yang tidak dapat kita amati, yang bertalian dengan sistem alat saraf di mana terjadi transformasi perangsang yang diterima melalui alat indra. Stimulus ini merupakan input yang berada di luar individu dan respon adalah outputnya, yang juga berada di luar individu sebagai hasil belajar yang dapat diamati. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku manusia setelah melalui proses. Perubahan tingkah laku terjadi karena suatu pengalaman dan bukan karena pertumbuhan atau kematangan. Dengan demikian belajar terjadi bila seseorang memberikan respon terhadap stimulus yang datang dari luar dirinya. Hal ini berarti bahwa perubahan tingkah laku seseorang sebagai hasil belajar hanya terjadi apabila orang tersebut mengadakan interaksi dengan lingkungannya.

Selengkapnya dapat di download melalui link di bawah ini:

Read More »

Guilford

0 comments


Guilford adalah salah satu psikolog Amerika yang memiliki nama lengkap Joy Paulus Guilford, yang dikenal sebagai J.P. Guilford. Beliau lahir pada 7 maret 1897 di Marquette, Nebraska dan meninggal pada 26 November 1987 di Los Angeles, California.


Dia dikenal baik dengan studinya tentang kecerdasan dan kreativitas manusia. Guilford mulai tertarik terhadap perbedaan individu sejak masa kanak-kanaknya, yaitu ketika ia mengamati perbedaan kemampuan antar anggota keluarganya sendiri. Sepanjang karirnya Guilford tertarik pada perbedaan individu dalam masyarakat.
 Riwayat Pendidikan J. P. Guilford
 Pendidikan yang pernah ditempuh oleh Guilford, diantaranya:
a.         Aurora High School (lulus pada tahun 1914)
b.         University of Nebraska, B.A., M.A. (1917-1918, 1919-1924)
c.         Cornell University, Ph.D. (1924-1927)

 Karir J. P. Guilford
1.        Guru Kelas 1 sampai 8 di luar Phillips, Nebraska (1915-1916)
2.        Guru Kelas 5 sampai 8 Phillips, Nebraska (1916-1917)
3.        US Army Swasta (1918-1919)
4.        Guru Kelas 7 dan 8 Hooper, Nebraska (Spring 1919)
5.        Acting Superintendent of Schools (Summer 1919)
6.        Sementara Direktur Unversita Nebraska Klinik Psikologi (1919-1921)
7.        Asisten Profesor di University of Kansas (1927-1928)
8.        Associate Professor di University of Nebraska (1928-1932)
9.        Professor di University of Nebraska (1932-1940)
10.  Direktur Biro Penelitian Instructional (1938-1940)
11.  Tahun 1919-1921 Guilford bekerja sementara sebagai Direktur di Klinik Psikologi Universitas Nebraska
12.  Guru di University of Southern California (Summer 1938, 1939)
13.  Tahun 1938 Guilford menjadi presiden ke-3 dari Masyarakat Psikometri
14.  Tahun 1941 ia memasuki US Army sebagai Letnan Kolonel dan menjabat sebagai Direktur Unit Penelitian Psikologi No 3 di Pangkalan Udara Santa Ana Army Air Base
15.  Profesor di University of South California (1940-1967)
16.  Direktur Riset Psikologis Unit no. 3 Santa Ana Army Air Base (1942-1946)
17.  Presiden atau anggota berbagai organisasi dan masyarakat
18.  Anggota dewan editorial untuk jurnal ilmiah seperti American Journal of Psychology dan Psikologis Review
Sebagai seorang psikolog, kontribusi Guilford adalah:
1)   Psikologi eksperimental termasuk perhatian dan persepsi visual, pembelajaran dan memori, dan eksperimental estetika
2)   Psikologi statistik berkenaan dengan teori tes dan evaluasi, analisis faktor, psychophysics, dan skala
3)   Kemampuan mental termasuk faktor pengetahuan yang didapat dari studi analitik dan model teoritis struktur intelek
4)   Teori kepribadian dan pengukuran
5)   Author/co-penulis lebih dari 25 buku, 30 tes, dan 300 artikel jurnal

A.   Teori Guilford
Teori Guilford membahas tentang struktur inteligensi atau kecerdasan yang mengarah pada suatu kekreativitasan seseorang. Kecerdasan yang dijelaskan oleh Guilford diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam menjawab peristiwa masa lalu dan mengantisipasi apa yang terjadi pada waktu yang akan datang dengan keadaan yang terjadi pada saat ini. Dikarenakan setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi setiap masalah, maka diperlukan suatu perilaku inteligen dimana sikap ini ditandai dengan dimilikinya sikap kreatif, kritis, dinamis, dan memiliki motivasi.
Pada tahun 1950 J.P Guilford mengemukakan tentang konsep berpikir. Guilford (dalam Solso, 2007: 449), membedakan konsep berpikir menjadi dua macam, yaitu berpikir konvergen dan berpikir divergen. Berpikir konvergen (Convergen Thinking), yaitu suatu cara berpikir yang mengarah pada satu kesimpulan khusus, sedangkan berpikir divergen (Divergen Thinking), yaitu suatu cara berpikir yang lebih menekankan pada variasi jawaban yang berbeda terhadap suatu pertanyaan.
Selain menjelaskan tentang kecerdasan seseorang, Guilford juga membahas mengenai kekreativitasan seseorang. Kekreativitasan didefinisikan sebagai suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Guilford juga mengemukakan ciri-ciri dari kreativitas, diantaranya:
a.       Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.
b.      Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.
c.       Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
d.      Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.

Teori Guilford (dalam Masbied: 2011), mengungkapkan bahwa inteligensi dapat dilihat dari tiga kategori dasar yang dikenal dengan teori struktur intelektual. Menurut teori SOI (Structure Of Intellect) ini, inteligensi didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang sistematik mengenai kemampuan atau fungsi intelektual untuk memproses informasi yang beraneka macam dalam berbagai bentuk. Istilah kemampuan ini digunakan dalam konteks perbedaan individu dan fungsi bagi perilaku individu.
Teori SOI ini diilustrasikan oleh Guilford dalam bentuk sebuah kubus dengan tiga kategori dasar atau dimensi, yaitu isi informasi (content), hasil informasi (product), dan aktivitas mental atau pikiran (operations). Tiap dimensi mewakili faktor-faktor intelektual yang bersesuaian satu sama lain.

 

Bentuk visual model struktur intelektual

Selengkapnya dapat didownload pada link berikut:
Guilford (download word)
Guilford (download pptx)

Read More »

Video Pembelajaran Matematika bab Lingkaran

0 comments


video

Video pembelajaran matematika bab Lingkaran, sub bab unsur-unsur lingkaran

untuk mendownload video dapat melalui link berikut:
Unsur-unsur lingkaran

Semoga bermanfaat :)

Read More »

Contoh Perangkat Pembelajaran Guru K13

0 comments

Assalamualaikum blogger, pagi ini saya ingin mengunggah beberapa file yang "diribetkan" oleh guru di awal-awal semester, bahkan sampai akhir semster :D
Oleh karena itu, kali ini saya akan mengunggah beberapa perangkat yang diperlukan guru, utamanya guru matematika kelas 8 karena saya pengajar kelas 8 :)
Beberapa file yang saya unggah di antaranya: program tahunan, program semester, rincian minggu efektif, pemetaan KI-KD,  dan kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Untuk silabus dan RPP, sudah saya unggah pada postingan saya sebelumnya (baca: Silabus Matematika K13 dan RPP Matematika K13 Lengkap)

Berikut link untuk mendownload contoh perangkat pembelajaran:
Semester 1
Pemetaan KI-KD (download)
Program Tahunan, Program Semester dan Rincian Minggu Efektif (download)

Semester 2
Pemetaan KI-KD (download)
Program Tahunan, Program Semester dan Rincian Minggu Efektif (download)

Semoga bermanfaat :)
Wassalamualaikum Wr. Wb. :)



Read More »

Jean Piaget

0 comments

Jean Piaget dilahirkan di Neuchâtel, Swiss, pada tanggal 9 Agustus 1896. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss yang terkenal karena hasil penelitiannya tentang anak-anak dan teori perkembangan kognitifnya. Menurut Ernst von Glasersfeld, Jean Piaget adalah "perintis besar dalam teori konstruktivis tentang pengetahuan”. Karya Piaget pun banyak dikutip dalam pembahasan mengenai psikologi kognitif.
Pada tahun 1918, Jean Piaget menerima gelar Doktor dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam dari Universitas Neuchâtel. Pada 1919, ia mengajar psikologi dan filsafat di Sorbonne di Paris. Pada tahun 1921, artikel pertamanya tentang psikologi kecerdasan diterbitkan dalam Journal de Psychologie . Pada tahun yang sama, ia menerima jabatan di Institut JJ Rousseau di Geneva. Di sana, ia memulai penelitian dengan murid-muridnya untuk penalaran anak SD. Pada 1929, Jean Piaget mulai bekerja sebagai Direktur Biro Pendidikan Internasional sampai tahun 1967. Pada tahun 1940, ia menjadi ketua Experimental Psikologi, Direktur laboratorium psikologi, dan ketua perkumpulan masyarakat Swiss dalam bidang psikologi. Pada tahun 1942, ia memberikan serangkaian kuliah di College de France. Pada tahun 1952, ia menjadi profesor di Sorbonne. Pada tahun 1955, ia menciptakan International Center for Genetic Epistemologi, di mana ia menjabat sebagai direktur sampai sisa hidupnya. Dan pada tahun 1956, ia menciptakan Sekolah Ilmu di Universitas Jenewa.
Menjelang akhir karirnya, ia telah menulis lebih dari 60 buku dan ratusan artikel. Dia meninggal di Jenewa pada 16 September 1980. Demikianlah perjalanan hidup salah satu psikolog yang paling signifikan pada abad ke dua puluh.
Beberapa karya Piaget yang terkenal antara lain:
·                Piaget, J. (1950). Introduction à l’Épistémologie Génétique. Paris: Presses Universitaires de France.
·                Inhelder, B. dan J. Piaget (1958). The Growth of Logical Thinking from Childhood to Adolescence. New York: Basic Books.
·                Piaget, J. (1961). La psychologie de l'intelligence. Paris: Armand Colin (1961, 1967, 1991). Versi online
·                Inhelder, B. dan Piaget, J. (1964). The Early Growth of Logic in the Child: Classification and Seriation. London: Routledge and Kegan Paul.
·                Piaget, J. (1967). Logique et Connaissance scientifique, Encyclopédie de la Pléiade.

1.  Teori Perkembangan Kognitif Piaget
Istilah "Cognitive" berasal dari kata cognition yang berarti mengerti. Adapun pengertian cognition (kognisi) secara luas adalah perolehan, penataan dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif ini populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia/satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa. Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.
Teori Piaget tentang perkembangan kognitif berasal dari sudut pandang mengapa dan bagaimana kemampuan- kemampuan mental berubah dari waktu ke waktu. Penjelasannya tentang perubahan perkembangan mengasumsikan bahwa anak merupakan suatu organisme aktif. Menurut Piaget, perkembangan sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. Dalam pandangan Piaget, pengetahuan datang dari tindakan (Ginsburg dan Opper, 1988; Wadsworth, 1989). Piaget memandang perkembangan intelektual anak atau kemampuan kognitif terjadi melalui empat tahap yang berbeda. Tiap tahap diisyarati dengan munculnya kemampuan-kemampuan dan cara-cara baru dalam memproses informasi.


Selengkapnya dapat didownload di:

Read More »