Universitas Negri Surabaya

My beloved campus ^^

UNESA dimalam hari :)

UNESA dimalam hari terutama di sekitar danau merupakan salah satu tempat yang romantis ^^ , ciiieeeee sapa yang jadiannya di sana :p

Sahabat :)

Friends Forever ya :D

this is me

My Name is Annisa Dita Istiqomah, follow my twitter @dithaMeoong :)

Pendidikan Matematika :)

Blog ini nantinya akan digunakan untuk menunjang belajar mengajar dengan metode e-learning, catatan pribadi, dan resume tugas kuliah :)

Thursday, 19 September 2013

testing halaman

halaman ini adalah halaman yang digunakan untuk testing ping ke google supaya diindeks , soalnya kalo gak posting halaman, web ini gak bakal di indeks google . .

artikel sampe :
 fotografi sepertinya menjadi solusi yang tepat untuk menjawab tantangan dunia bakat di masa depan. Mungkin salah satunya adalah anak anda, atau mungkin saja, anda sendiri, ketika teknologi fotografi kini menjadi murah dan bisa dipergunakan oleh siapa saja. Hal tersebut dapat dilihat ketika ada sebuah pameran intalasi senifoto di Bali, yang menunjukkan bagaimana antusias pengunjung ketika diberi kesempatan gratis 'memotret' walau hanya dengan memakai kamera plastik. Walau hanya mainan, namun bisa dilihat, melalui kamera plastik tersebut mereka penasaran dan berimajinasi bila benar-benar memakai kamera sungguhan. 



link ping
http://annisa.rizkyphoto.com

http://teknologi.rizkyphoto.com
rizkyphoto

Sunday, 17 March 2013

Problem Based Learning

Kegunaan dari Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan berpikir tingkat tinggi dalam situasi-situasi berorientasi masalah, mencakup belajar bagaimana belajar (learning how to learn). Model ini dikenal dengan nama lain, seperti project-best teaching, authentic learning, atau anchored instruction. Peran seorang guru dalam pembelajaran berdasarkan masalah adalah menyodorkan masalah-masalah, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.


Ciri-ciri Khas Pembelajaran Berdasarkan Masalah
·         Mengajukan pertanyaan atau masalah. PBM menekankan pada mengorganisasikan pembelajaran di sekitar pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang penting secara sosial dan bermakna secara pribadi bagi siswa. Pelajaran-pelajaran itu diarahkan pada situasi kehidupan nyata, menghindari jawaban sederhana, dan memperbolehkan adanya keragaman solusi yang kompetitif beserta argumentasinya.
·         Berfokus pada interdisiplin. Masalah nyata sehari-hari dan otentik itulah yang diselidiki karena solusinya meghendaki siswa melibatkan banyak mata pelajaran.
·         Penyelidikan otentik. PBM menghendaki siswa menggeluti penyelidikan otentik dan berusaha memperoleh pemecahan-pemecahan nyata terhadap masalah-masalah nyata. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah itu, mengembangkan hipotesis dan membuat prediksi, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen bila diperlukan, membuat inferensi, dan membuat simpulan.
·         Menghasilkan kisah nyata dan memamerkan. PBM menghendaki siswa menghasilkan produk dalam bentuk karya nyata dan memamerkannya. Produk ini mewakili solusi-solusi mereka. Karya nyata dan pameran itu dirancang siswa untuk mengkomunikasikan kepada pihak-pihak terkait apa yang telah mereka pelajari.
·         Kolaborasi. Siswa bekerja sama dengan orang lain, sering kali dalam pasangan-pasangan atau kelompok-kelompok kecil. Bekerja sama mendatangkan motivasi untuk keterlibatan berkelanjutan dalam tugas-tugas kompleks dan memperkaya kesempatan-kesempatan berbagi inkuiri dan dialog, dan untuk perkembangan keterampilan-keterampilan sosial.

Sintaks untuk pembelajaran berdasarkan masalah:
Fase atau Tahap
Perilaku Guru
      Fase 1:
     Mengorganisasikan siswa pada masalah



     Fase 2:
     Mengorganisasikan siswa untuk belajar

     Fase 3:
     Membantu penyelidikan mandiri dan kelompok

     Fase 4:
     Mengembangkan dan    menyajikan hasil karya serta memamerkannya

     Fase 5:
     Menganalisis dan mengevaluasi      proses pemecahan masalah

      Guru menginformasikan tujuan-tujuan pembelajaran, mendeskripsikan kebutuhan-kebutuhan logistik penting, dan memotivasi siswa agar terlibat dalam kegiatan pemecahan-pemecahan yang mereka pilih sendiri.


     Guru membantu siswa menentukan dan mengatur tugas-tugas belajar yang berhubungan dengan masalah itu.


      Guru mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, mencari penjelasan, dan solusi.


      Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan hasil karya  yang sesuai seperti laporan, rekaman video, dan model serta membantu mereka membagi karya mereka.


     Guru membantu siswa melakukan refleksi atas penyelidikan dan proses-proses yang mereka gunakan.


    Berikut contoh RPP Problem Based Learning:

Wednesday, 13 March 2013

Model Pembelajaran Inkuiri


1. Pengertian Pembelajaran Inkuiri
Sund, seperti yang dikutip oleh Suryosubroto (1993: 193), menyatakan bahwa discovery merupakan bagian dari inquiry, atau inquiry merupakan perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Gulo (2002) menyatakan strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untu mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, serta analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri:
a. Keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar;
b. Keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran; dan
c. Mengembangkan sikap percaya diri pada siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa:
a. Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi;
b. Inkuiri berfokus pada hipotesis; dan
c. Penggunaan fakta sebagai evidensi (informasi, fakta).

Untuk menciptakan kondisi seperti yang di atas, guru harus berperan sebagai:
a. Motivator, memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berpikir.
b. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan.
c. Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat.
d. Administrator, bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan kelas.
e. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
f. Manajer, mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas.
g. Rewarder, memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa.

Hasil penelitian Schlenker menunjukkan bahwa latihan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman sains, produktifitas dalam berpikir kreatif, dan siswa menjadi terampil dalam memperoleh dan menganalisis informasi (Joyce dan Weil, 1992: 198).

Munandar mengemukakan perumusan kreativitas (berpikir kreatif atau berpikir divergen) sebagai kemampuan, berdasarkan data atau informasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap sesuatu masalah di mana penekanannya pada kuantitas, ketepatgunaan, dan beragam jawaban. Makin banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan terhadap suatu masalah maka semakin kreatif seseorang. Jawaban yang dimaksud harus berkualitas dan sesuai dengan masalah yang diberikan (Munanadar, 1990: 47).

Ciri perkembangan afektif yaitu menyangkut sikap dan perasaan, motivasi atau dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu misalnya keingintahuan, ketertarikan terhadap tugas-tugas majemuk yang dirasakan sebagai tantangan, keberanian mengambil resiko untuk membuat kesalahan atau dikritik siswa lain, tidak mudah putus asa, menghargai diri sendiri maupun orang lain (Munandar, 1990: 51).

2. Proses Inkuiri
Proses inkuiri ialah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan.

3. Pelaksanaan Pembelajaran Inkuiri
a. Mengajukan Pertanyaan atau Permasalahan
Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan. Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas, pertanyaan dapat ditulis pada papan tulis.
b. Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas peertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat diuji dengan data. Guru dapat menanyakan kepada siswa gagasan mengenai hipotesis yang mungkin.
c. Mengumpulkan Data
Hipotesis digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data (tabel, matrik, atau grafik).
d. Analisis Data
Setelah memperoleh kesimpulan dari data percobaan, siswa dapat menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Bila ternyata hipotesis salah, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang tela dilakukannya
e. Mempuat Kesimpulan
Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.


berikut contoh RPP inkuiri:

Sunday, 10 March 2013

Model Pembelajaran Diskusi Kelas





1. Diskursus, Diskusi dan Resitasi Kelas
         Pengertian Diskursus dan diskusi dalam kamus hampir identik, yaitu melibatkan saling tukar pendapat secara lisan, teratur dan untuk mengungkapkan pikiran mengenai pokok pembicaraan tertentu. Para guru lebih suka menggunakan istilah diskusi karena diskusi menggambarkan prosedur yang digunakan para guru untuk mendorong antara para siswa untuk saling tukar pendapat secra lisan. Para ilmuwan dan para peneliti lebih menyukai penggunaan istilah diskursus, karena istilah tersebut mencerminkan perhatian para guru pada pola tukar pendapat dan komunikasi lebih luas yang terdapat dalam kelas. Jadi istilah diskursus digunakan untuk menyajikan semua perpektif tentang komunikasi kelas yang diuraikan kemudian dalam bagian dukungan teoriritis, sedangkan istilah diskusi digunakan bila menjelaskan prosedur pengajaran khusus.
         Diskusi adalah situasi dimana guru dan para siswa atau antara para siswa dengan siswa yang lain berbincang satu sama lain dan berbagai gagasan dan pendapat mereka.Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk merangsang diskusi biasanya pada tingkat kognitif tinggi.
Resitasi adalah pertanyaan-pertanyaan yang bertukar, seperti dalam pembelajaran langsung, dimana guru bertanya pada para siswa serangkaian pertanyaan pada tingkat rendah atau faktual dengan maksud seberapa baik mereka memahami gagasan atau konsep tertentu.

2. Tujuan Pembelajaran Umum dan Hasil Belajar Siswa
Diskusi digunakan oleh para guru untuk mencapai sedikitnya tiga tiga tujuan pembelajaran khusus yang penting, antara lain:
1) Dikusi meningkatkan cara berfikir siswa dan membantu mereka membangun sendiri pemahaman isi pelajaran. Dengan mendiskusikan suatu topik akan membantu siswa memantapkan dan memperluas pengetahuan mereka tentang topik yang dibicarakan dan meningkatkan kemampuan berfikir mereka tentang topik tersebut.
2) Dikusi menumbuhkan keterlibatan dan keikutsertaan siswa. Diskusi memberikan kesempatan terbuka kepada siswa untuk berbicara dan mengutarakan gagasan sendiri dan mendorong motivasi untuk terlibat percakapan dalam kelas.
3) Diskusi digunakan guru untuk membantu siswa mempelajari keterampilan komunikasi dan proses berfikir yang penting. Karena diskusi itu terbuka, diskusi merupakan suatu alat bagi guru mengetahui apa yang dipikirkan siswanya dan bagaimana mereka memproses gagasan dan informasi yang diajarkan.
Jadi diskusi merupakan seting sosial dimana guru dapat membantu siswa menganalisis proses berfikir mereka dan mempelajari keterampilan komunikasi penting seperti merumuskan gagasan secara jelas, mendengarkan satu sama lain, menanggapi temannya dengan cara tepat, mempelajari bagaimana mengajukan pertanyaan dengan baik.

3. Langkah-Langkah/Sintaks

Tahap 1
Menyampaikan tujuan dan mengatur setting

Tahap 2
Mengarahkan diskusi



Tahap 3
Menyelenggarakan diskusi



Tahap 4
Mengakhiri diskusi


Tahap 5
Melakukan tanya-jawab singkat tentang proses dikusi itu Guru menyampaikan tujuan diskusi dan menyiapkan siswa untuk berpartisipasi.


Berikut contoh-contoh RPP model pembelajaran diskusi kelas:
RPP diksusi 1
RPP diskusi 2
RPP diskusi 3
RPP diskusi 4

Friday, 8 March 2013

Model Pembelajaran Kooperatif


Model Pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:


  1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya
  2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memilikki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah
  3. Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, dan jenis kelamin yang berbeda
  4. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu.



Sintaks dari model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

Dan berikut contoh-contoh RPP Model Pembelajaran Kooperatif:

Wednesday, 6 March 2013

Model Pengajaran Langsung

Model Pembelajaran Langsung (MPL) merupakan pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah.

Ciri-ciri pembelajaran langsung:
•Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian hasil belajar
•Sintaks/pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
•Sistem pengolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil

Sintaks Model Pembelajaran Langsung:
FASE
PERAN GURU
1. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
Guru menjelaskan TPK, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, dan mempersiapkan siswa untuk belajar
2. Mendemonstrasikan pengetahuan/ keterampilan
Guru mendemonstrasikan keterampilan dengan benar/menyajikan informasi tahap demi tahap
3. Membimbing pelatihan
Guru merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal
4. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
Mengecek apakah siswa berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi umpan balik
5. Memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan
Guru mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan dengan perhatian khusus pada penerapan situasi lebih kompleks dan kehidupan sehari-hari



Berikut contoh-contoh RPP dengan Model Pembelajaran Langsung:

SK-KD Matematika

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)  mata pelajaran matematika untuk Sekolal Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat di download dengan klik pada link berikut:


Semoga bermanfaat :))