Sunday, 10 March 2013

Model Pembelajaran Diskusi Kelas





1. Diskursus, Diskusi dan Resitasi Kelas
         Pengertian Diskursus dan diskusi dalam kamus hampir identik, yaitu melibatkan saling tukar pendapat secara lisan, teratur dan untuk mengungkapkan pikiran mengenai pokok pembicaraan tertentu. Para guru lebih suka menggunakan istilah diskusi karena diskusi menggambarkan prosedur yang digunakan para guru untuk mendorong antara para siswa untuk saling tukar pendapat secra lisan. Para ilmuwan dan para peneliti lebih menyukai penggunaan istilah diskursus, karena istilah tersebut mencerminkan perhatian para guru pada pola tukar pendapat dan komunikasi lebih luas yang terdapat dalam kelas. Jadi istilah diskursus digunakan untuk menyajikan semua perpektif tentang komunikasi kelas yang diuraikan kemudian dalam bagian dukungan teoriritis, sedangkan istilah diskusi digunakan bila menjelaskan prosedur pengajaran khusus.
         Diskusi adalah situasi dimana guru dan para siswa atau antara para siswa dengan siswa yang lain berbincang satu sama lain dan berbagai gagasan dan pendapat mereka.Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk merangsang diskusi biasanya pada tingkat kognitif tinggi.
Resitasi adalah pertanyaan-pertanyaan yang bertukar, seperti dalam pembelajaran langsung, dimana guru bertanya pada para siswa serangkaian pertanyaan pada tingkat rendah atau faktual dengan maksud seberapa baik mereka memahami gagasan atau konsep tertentu.

2. Tujuan Pembelajaran Umum dan Hasil Belajar Siswa
Diskusi digunakan oleh para guru untuk mencapai sedikitnya tiga tiga tujuan pembelajaran khusus yang penting, antara lain:
1) Dikusi meningkatkan cara berfikir siswa dan membantu mereka membangun sendiri pemahaman isi pelajaran. Dengan mendiskusikan suatu topik akan membantu siswa memantapkan dan memperluas pengetahuan mereka tentang topik yang dibicarakan dan meningkatkan kemampuan berfikir mereka tentang topik tersebut.
2) Dikusi menumbuhkan keterlibatan dan keikutsertaan siswa. Diskusi memberikan kesempatan terbuka kepada siswa untuk berbicara dan mengutarakan gagasan sendiri dan mendorong motivasi untuk terlibat percakapan dalam kelas.
3) Diskusi digunakan guru untuk membantu siswa mempelajari keterampilan komunikasi dan proses berfikir yang penting. Karena diskusi itu terbuka, diskusi merupakan suatu alat bagi guru mengetahui apa yang dipikirkan siswanya dan bagaimana mereka memproses gagasan dan informasi yang diajarkan.
Jadi diskusi merupakan seting sosial dimana guru dapat membantu siswa menganalisis proses berfikir mereka dan mempelajari keterampilan komunikasi penting seperti merumuskan gagasan secara jelas, mendengarkan satu sama lain, menanggapi temannya dengan cara tepat, mempelajari bagaimana mengajukan pertanyaan dengan baik.

3. Langkah-Langkah/Sintaks

Tahap 1
Menyampaikan tujuan dan mengatur setting

Tahap 2
Mengarahkan diskusi



Tahap 3
Menyelenggarakan diskusi



Tahap 4
Mengakhiri diskusi


Tahap 5
Melakukan tanya-jawab singkat tentang proses dikusi itu Guru menyampaikan tujuan diskusi dan menyiapkan siswa untuk berpartisipasi.


Berikut contoh-contoh RPP model pembelajaran diskusi kelas:
RPP diksusi 1
RPP diskusi 2
RPP diskusi 3
RPP diskusi 4

1 comment: